Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta Gelar Up Grading - Ramanda Halim : Tegas Bukan Berarti Keras !!

Dokumentasi HW UMS

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kafilah Penuntun Moh Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan Up Grading pada tanggal 22-23 Januari 2022 di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gonilan.

Dalam rangka  untuk melatih meningkatkan mutu, pengetahuan, dan ilmu berorganisasi juga sebagai program pembuka bagi para pimpinan baru HW UMS. Tema Up Grading kali ini adalah "Revitalisasi Ghirah Perjuangan Kader Menuju HW UMS yang Progresif dan Inovatif. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan arahan bagi para pimpinan baru agar dapat mengetahui pengelolaan organisasi yang baik, serta dapat membangun semangat kepengurusan.

Kegiatan pertama pemaparan materi oleh Ramanda Halim Perdana Kusuma. Ramanda Halim memaparkan materi mengenai Kepemimpinan. Tema tersebut dipilih karena dirasa sesuai dan dibutuhkan HW UMS untuk menjadi pimpinan yang progresif dan inovatif walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ramanda Halim menjelaskan bahwasanya didalam organisasi harus diniatkan dengan ikhlas sama halnya dengan tholabul 'ilmi. 

Pemimpin itu harus bisa mengarahkan. Harus kolektif kolegial. 

" Pemimpin harus bisa ikhlas dan tegas, tegas bukan berarti keras", tutur Ramanda Halim Perdana Kusuma.

Di hari kedua dilanjutkan materi kedua oleh Rakanda Riduan Ridho Allah. Materi yang disampaikan mengenai keorganisasian. Organisasi sama dengan organ. Sama halnya HW UMS, disini untuk belajar,berkarakter,disiplin, dan manajemen organisasi.

"Organisasi dimulai darimana? Dari bawah ke atas, dari kecil ke tak terbatas", ujar Rakanda Riduan.

Dilanjutkan materi ketiga mengenai Alat Analisa Organisasi oleh Rakanda Muhammad Al Fatih Dahlan Salim Nugroho. 

Jenis-jenis alat organisasi SWOT (Strenghts Weaknesses Opportunities Threats), LFA (Logical Framework Analysis), Ansos (Analisis Sosial), AI (Apreciative Inquiry), dan BMC (Business Model Canvas).

Pemecahan masalah harus mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Menganalisis penyebab dan akar masalah.

"Mencari apa yang bisa dilakukan lebih baik. Mendiskusikan apa yang bisa dilakukan dan menyusun tindakan perbaikan", ujar Rakanda Fatih. 


Penulis : Dita Fitriawati



4 Komentar

  1. Mantab, pemimpin itu harus dapat dijadikan contoh bagi anggotanya. Pemimpin itu harus cakap mental, cakap fisik, dan cakap finansial. Oke ? 😅

    BalasHapus
  2. Salutt saluttt.....semangat horrr
    Terus upgrade

    BalasHapus
  3. Thank you, I want to share this article and I'll show it to my members wuxiaworld

    BalasHapus
  4. You made such an interesting piece to read, giving every subject enlightenment for us to gain knowledge. 온라인바둑이

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama