HENDAK KEMANA MEREKA

 


Oleh: Wahid Ilham Isnanto

Hendak kemana mereka
Jauh-jauh dari dusun ke kota
Dari tempat singgah kumuh ke ruang-ruang penuh ruah
Dari kerasnya jalanan menuju koridor akademisi bertandang
Dan dari pajangan-pajangan masa lalu menuju bingkai-bingkai yang  dicetak esok hari

Hendak menuju ke arah mana mereka itu
Sesudah dilahirkan oleh kafilah pandu termasyhur
Dengan kepayahan para pendahulu
Dengan pengorbanan, dengan tekad dan air mata berbulan-bulan lamanya
Dengan seruan gejolak lahir batin akal budi manusia biasa 

Hendak berjalan kemana mereka
Mengembara di rimba kesunyian, gunung-gunung penderitaan
Menyusun kata tak berirama, Puisi-puisi dusta dan Bersikap riuh rendah
Turun dari lembah keputusasaan, memanjat kembali ke tebing-tebing harapan
Kala mereka tahu kalau daratan pengetahuan ada batasnya
Maka cobalah mendayung dengan dayung keilmuan untuk meyeberangi laut kepandiran
Hingga sampailah mereka di pulau-pulau hikmah
Bermakrifat atas perjalanan panjangnya, menyendiri lagi kembali ke gubuk-gubuk kerendahan

Duh Gusti
Ampuni hamba
Ajari hamba
Aku berdusta, Kami  semena-mena, Mereka kocar-kacir kelabakan
Siapa nanti yang mengajari mereka
Siapa yang membimbing menemani mengarahkan menuntun jalan mereka
Siapa yang hendak mencari mereka kalau suatu saat mereka tersesat
Lalu siapa yang sudi menampung mereka kalau sewaktu-waktu mereka tak lagi searah

Ya Hadi Ya Mubin
Ya Hadi Ya Mubin
Ya Hadi Ya Mubin
Sungguh kami punya potensi besar untuk tersesat setiap saat
Maka Tunjukilah kami jalan mana yang hendak Engkau tunjukkan
Sungguh Engkau Maha memperjelas suatu apapun
Sedangkan Aku, Kami, dan Mereka hanyalah murid-Mu yang besar mulut kepada sesama

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama