Senyum Tulus Kalian Para Pejuang

Oleh : Al Muyasaroh

Kaki ku tak pernah mau berhenti
Dalam diam aku terus menggerutu
Berfikir, kau dan aku tak bisa bersatu
Payah, dalam peluh yang terus berjatuhan
Memancing ego yang tak mudah padam

Namun ku tau
Kaki mu penuh duri
Tanganmu tertusuk belati
Tapi kau terus bersembunyi

Rembulan malam memagut jiwa yang mati melawan ego
Terbang merasuk dalam dinginnya angin malam

Purnama itu kini tampak terang!
Memahat rasa yang penuh kepuasan
Ya, aku tau
Aku tau kau dan aku adalah kita
Kita yang sadar makna perjuangan
Hingga cinta memecah kebencian
Hingga rindu memecah kemarahan
Hingga sayang merasuk dalam kebersamaan

Aku tau,
Bintang tetap indah
Tapi tidak jika satu
Aku, kamu, dia
Akan indah jika satu dalam Hizbul Wathan


Inspiration: Kaki ku tak pernah mau berhenti
Dalam diam aku terus menggerutu
Berfikir, kau dan aku tak bisa bersatu
Payah, dalam peluh yang terus berjatuhan
Memancing ego yang tak mudah padam

Namun ku tau
Kaki mu penuh duri
Tanganmu tertusuk belati
Tapi kau terus bersembunyi

Rembulan malam memagut jiwa yang mati melawan ego
Terbang merasuk dalam dinginnya angin malam

Purnama itu kini tampak terang!
Memahat rasa yang penuh kepuasan
Ya, aku tau
Aku tau kau dan aku adalah kita
Kita yang sadar makna perjuangan
Hingga cinta memecah kebencian
Hingga rindu memecah kemarahan
Hingga sayang merasuk dalam kebersamaan

Aku tau,
Bintang tetap indah
Tapi tidak jika satu
Aku, kamu, dia
Akan indah jika satu dalam Hizbul Wathan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama